Galeri

Derita Mahasiswa

Mulai bosan dengan rutinitas harian. Tugas kuliah, tugas dan tugas. Seakan tak ada waktu untuk bersantai sejenak. Setiap hari kuliah dari jam 8 pagi lalu baru bisa pulang setelah jam 8 malam. Hah, 12 jam di kampus?? ngapain aja? mungkin selalu kalimat itu yang ditanyakan setiap orang, mulai dari teman kosan maupun keluarga. Seakan mereka tak percaya dengan rutinitas mahasiswa kesehatan yang selalu berangkat pagi pulang malam. Ya, kami memang berbeda dari jurusan lain di Undip. Mungkin bagi mereka mahasiswa FISIP, FIB, Fakultas ekonomi dan lain-lain, rutinitas di kampus bukan rutinitas pokok mereka. Teman-teman ku di jurusan lain, mereka kalau ke kampus paling cukup cuma berapa jam saja lalu sudah selesai trus pulang deh. Sebagian waktu mereka, dihabiskan di kosan, atau mungkin nongkrong bareng teman. Tapi sepertinya itu tak berlaku bagiku.

Aku selalu berangkat pagi dan pulang malam. Seakan kampus sudah menjadi rumah kedua bagiku. Bahkan mungkin kalau di bolehkan rasanya malah ingin nginep sekalian di kampus. Jadi biar gak wira-wiri ke kampus dan kosan :). Senin sampai Kamis, atau bahkan sampai Jumat tak pernah merasakan panasnya siang :). hehehe Ya iyalah, seharian cuma di dalam ruangan kelas yang ber-AC.  Pulang kuliah jam 5 sore. Tapi tetep aja tak bisa langsung pulang. Biasanya sih ngerjain tugas-tugas kuliah dulu bareng teman-teman di kampus. Maklum lah setiap hari dosen selalu ngasih tugas yang deadline-nya mepet banget. Terpaksa deh lembur di kampus sampai malam. Huhhhh :(

Tak hanya itu saja, kadang aku juga bosan dengan pengajaran dosen di kampus. Bayangkan saja, dalam satu semester dosen ngajar paling cuma 2 atau 3 kali pertemuan. Selebihnya penugasan, praktikum, diskusi dan lain-lain. Selalu tiap hari ISS dan Presentasi. Tiap hari ngerjain makalah yang harus dipresentasikan besok paginya. Mahasiswa tak dibekali materi dan pengetahuan terlebih dahulu dari dosen. Akan tetapi mahasiswa yang di suruh belajar sendiri dengan penugasan-penugasan itu. Bahkan untuk praktikum pun mahasiswa harus belajar dengan kakak tingkat yang lebih paham kemudian langsung di suruh ujian praktikum minggu berikutnya. Ini untuk mata Kuliah KDDK (Ketrampilan Dasar Dalam Keperawatan ). Ya ampun… ini bukan dosen yang membekali kita ilmu tapi malah kakak-kakak senior. Ternyata benar kata orang- orang dulu (sebelum aku masuk keperawatan) bahwa ” sekolah di kesehatan itu rekoso,, berat, abot “. Dan sudah aku buktikan sekarang ini.

Sering terpikir olehku untuk pindah jurusan. Sering terpikir untuk menyerah. Tapi di saat itu juga aku sadar bahwa tak banyak yang bisa aku lakukan. Ini mungkin jalan terbaik yang diberikan Tuhan kepadaku. Meski berat, semua tetap harus dijalani. Anggap saja ini awal dari keberhasilan kelak. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Insya Alloh… Amin

 

 

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s