Galeri

Obat Analgesik, Selalukah Aman ?

analgesikTeman-teman blogger semua pasti pernah mengalami nyeri. Apalagi untuk para kaum hawa ketika datang bulan. Aduhhh,, rasanya pasti menyiksa banget ya,,,😥 (pengalaman … hehehe). Secara teorinya, menurut Tjay & Rahardja ( 2007) nyeri adalah perasaan sensoris dan emosional yang tidak nyaman, berkaitan dengan (ancaman ) kerusakan jaringan.

Nah, tapi apa yang temen-temen semua lakukan ketika mendapatkan nyeri ? Pasti banayk yang menjawab langsung buru- buru minum obat pereda nyeri baik itu yang berupa paracetamol, aspirin, antalgin,ibuprofen dan lain-lain. Padahal tidak semua obat pereda nyeri itu baik untuk tubuh lho. Obat pereda nyeri dalam dunia medis disebut analgesik. Obat analgesik memang menjadi obat dewa bagi masyarakat terutama yang dijual bebas di pasaran dengan harga yang mudah dijangkau. Obat analgesik ditawarkan dengan berbagai tipe dan indikasi dalam mengobati berbagai masalah nyeri. Padahal sebenarnya komposisinya kurang lebih serupa. Obat ini semakin diminati apalagi karena efeknya yang cepat, setelah diminum lalu beberapa saat rasa sakit langsung sembuh.

Memang tidak ada salahnya mencoba mengurangi sakit dengan minum obat. Tapi jika obat tersebut berakibat buruk untuk organ tubuh kita yang lain, itu yang perlu diwaspadai.

Obat analgesik kebanyakan hanya menghilangkan gejala tetapi tidak mengobati akar penyakitnya. Seperti yang telah saya jelaskan dalam artikel sebelumnya tentang “proses perjalanan nyeri” , bahwa tubuh kita mempunyai mediator nyeri (pengantar ) yang disebut prostaglandin. Jika terjadi stimulus nyeri, maka prostaglandin akan menghantarkan stimuslus tersebut menuju ke otak, tepatnya bagian medula spinalis. Kerja obat analgesik adalah menghambat pengeluaran prostaglandin ketika terjadi nyeri. Secara otomatis, karena mediator nyeri dihambat maka nyeri tak dapat dihantarkan menuju ke otak. Sehingga nyeri tak dapat dirasakan.

Obat analgesik biasanya dipadukan dengan obat antipiretik ( mampu menstabilkan suhu tubuh ) sehingga selain mengobati nyeri obat ini mampu menurunkan demam bahkan meringankan sakit kepala. Analgesik ada yang bersifat Anti Inflamasi Non Steroid (AINS). Analgesik antipiretik dan AINS memiliki banyak persamaan dalam efek terapi maupun efek samping. Obat- obat AINS bekerja dengan tidak selektif yaitu dengan menghambat prostaglandin yang sebenarnya juga dibutuhkan untuk melindungi mukosa lambung. Itulah sebabnya kebanyakan orang setelah meminum obat yang bersifat analgesik sering mengalami keluhan pada lambung seperti mual. Bahkan banyak yang mengaku kecanduan dengan analgetik. Banyak yang mengatakan jika setiap mengkonsumsi analgesik sakit yang dirasakan sembuh, tetapi setelah beberapa hari sakit yang sama kembali dirasakan. Akibatnya mereka akan terus mengkonsumsi analgesik. Begitu seterusnya sampai dikatakan mereka kecanduan analgesik.

Tentu saja, seperti yang telah saya jelaskan di awal bahwa kerja analgesik hanya menghilangkan rasa nyeri tetapi tidak menyembuhkan imflamasi (peradangan ) yang sebenarnya menjadi akar masalah. Jika analgesik dikonsumsi dalam jangka panjang tentu akan membahayakan lambung.

Lalu bagaimana cara mengatasinya ? Ada sedikit tips dari saya sendiri.

  1. Sebelum meminum obat analgesik terutama yang dijual umum dipasaran, bacalah terlebih dahulu label kontra indikasinya.
  2. Pilih obat analgesik yang cocok untuk teman-teman bloger. Karena setiap obat analgesik memiliki efek yang berbeda terhadap setiap individu. Caranya jika setelah meminum obat analgesik perut menjadi mual, lambung perih atau sakit tidak berkurang, segera hentikan pemakaian atau periksa ke dokter saja, lebih aman bro.hehehe 😀
  3. Sebaiknya minum obat analgesik setelah makan untuk mengurangi efeknya terhadap lambung terutama bagi penderita penyakit maag.
  4. Jika memang tidak terlalu sakit, atau masih bisa di tahan, usahakan untuk menghindari minum obat-obat kimia. Karena pada dasarnya, tubuh kita memiliki antibodi yang telah dirancang sedemikian canggih sehingga mampu melawan penyakit dengan sendirinya. Ciptakan pikiran positif setiap kali kita sakit bahwa “ Aku Akan Sembuh”

Oke, cukup sekian… Berhati-hatilah memilih obat. Jangan sampai karena salah memilih obat bukannya menyembuhkan tapi malah menimbulkan penyakit yang baru dikemudian hari.

Semoga Bermanfaat🙂

Sumber :

Tjay & Rahardja. 2007. Obat-Obat Penting. Jakarta : Elex Media Komputindo

4 responses to “Obat Analgesik, Selalukah Aman ?

  1. kalau aku nyeri, aku nggak buru2 minum obat… selagi itu tidak terlalu sakit…

  2. Semngat pagi.. saya orang Ÿª♌g sudah hampir dua puluhan tahun menggunakan obat analgesikn dengan berbagai merek dgang dan berbagai dosis, biasanya saya gunakan utk meredakan sakit kepala, sakit gigi, dan terakhir sehabis operasi kecil akibat tertusuk paku. Yg mengakibatkan sakit tidak tertahnkan.. Pertaanyaannya bagaimana menghentilan kebiasaan ini karena sakit dilambung saya akhir-akhir ini semakin perih setelah mengkonsumsi obat analgesik tersebut.. Trims

    • sebelumnya saya mohon maaf, berhubung ilmu yang saya punya belum banyak (saya juga masih mahasiswa belum profesional di bidangnya🙂 ), saya jawab pertanyaannya sesuai yg saya tahu saja ya🙂
      Mngkonsumsi obat2 kimia entah itu analgesik ataupun jenis yg lain dlm jngka waktu yng sangat lama sangatlah TIDAK baik bagi tubuh, efeknya bisa ke lambung bhkan ginjal kita.. Nah, Saudara mngkonsumsi analgesik trsebut atas saran dokter atau tdk ?kalau tdk, coba dikurangi sdikit demi sdikit, kalau nyeri tak trtahankan bisa dicoba teknik distraksi utk mngalihkan rasa nyeri..atau kalau memang sktnya sdh brkepanjangan (misal pusing tak kunjung sembuh), langsung konsultasi ke dokter saja.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s