Suka Nulis, kok Nggak Suka Baca ?!

Itu adalah contoh cover dari buku yang diberikan kakak iparku. Baru aku baca sampai halaman 25.

Hari ini dapat buku lagi dari kakak Ipar. Entah mengapa, aku selalu senang setiap mendapat buku baru. Padahal aku sendiri juga belum tau kapan aku akan mulai membaca setiap lembaran buku tersebut. Tapi cukup dengan melihat rak buku di kamarku mendapatkan penghuni baru berupa buku baru, sudah cukup membuatku senyum-senyum sendiri. Pertanda aku bahagia. Sebenarnya aku bukanlah orang yang suka membaca. Dua waktu yang mengharuskanku untuk membuka buku, pertama ketika aku benar-benar mempunyai banyak waktu luang dan kedua ketika akan menghadapi ujian, maka mengharuskanku untuk membaca buku-buku materi kuliah. Itulah sebabnya mengapa aku jarang sekali membeli buku kecuali buku kuliah yang memang aku wajib memilikinya. Bahkan jika di ingat-ingat, selama 20 tahun hidupku aku tak pernah membeli buku-buku novel cinta seperti yang dilakukan oleh kebanyakan teman-temanku. Semua tumpukan buku di rak kamarku , semua pembelian orang🙂. Bagiku, dari pada membeli buku novel-novel yang tak jelas itu, lebih baik aku membeli buku kuliah yang jelas-jelas lebih bermanfaat. Atau pun jika tidak, uang yang harusnya aku gunakan untuk membeli buku dapat aku simpan untuk keperluan lain suatu saat nanti.

Aku bukan orang yang suka membaca, tapi aku suka menulis. Aku sendiri juga heran, suka nulis kok gak suka baca? Mungkin dapat di bilang aku ini egois. Tak apa lah, aku terima. Memang kenyataannya aku tak suka membaca, tapi aku ingin hasil tulisanku di baca orang lain. Sebenarnya dulu cita-citaku ingin menjadi penulis. Tapi justru sekarang nyasar di bidang kesehatan🙂. Sampai sekarang pun aku masih membayangkan aku menjadi novelis terkenal di negeri ini. Tapi entahlah, hal itu tak pernah terwujud. Semenjak duduk di bangku sekolah dasar, aku hobi menulis diary. Jika dikoleksi dan dihitung, jumlah buku diary yang sudah aku tulis sejak SD pasti sudah melebihi jumlah buku pelajaran yang aku miliki sekarang. Tapi sayangnya, buku-buku diaryku banyak yang  hilang, mungkin hanya beberapa saja yang masih ku simpan. Buku diary terakhirku, saat aku duduk di bangku kelas 2 SMA. Setelah itu, kakakku membelikanku sebuah laptop, dan diaryku pun berpindah dari buku ke laptop sampai sekarang. Ada beberapa curhatan di diaryku yang aku masukkan di blogku. Ya, mungkin hanya beberapa saja yang aku anggap tak apalah jika dipublikasikan dan di baca orang lain.

Hanya dengan tulisan, aku mampu mengutarakan setiap kata yang tak mampu terucap secara lisan. Dan dengan menulis juga, aku mampu mengingat setiap materi kuliah yang baru saja aku terima di kampus. Itulah sebabnya, aku sering menulis ulasan materi yang disampaikan dosen ataupun yang aku pahami ke dalam rangkuman yang aku jelaskan dengan bahasaku sendiri. Itulah caraku belajar. Beberapa juga aku publikasikan di blog ini. Berharap semoga apa yang aku tulis dapat bermanfaat untuk orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s